Skip to main content

Posts

Showing posts from September, 2012

Muslim yang bagaimanakah aku ini?

Duhai hati, jangan jauhi Allah, ke mana pun kau lari, Allah ekori serapat-rapatnya,
Duhai hati, jangan sisihkan Allah, ke mana pun kau sembunyi, Allah ada sedekat-dekatnya,
Memang benar, Iman turun naik Jangan biar jatuh merudum, tika jatuh dan tersungkur, bangkit semula, kita manusia biasa, selagi ada nafas, kita jadi mukmin berusaha, sekalipun puncak iman belum kita miliki,
Usah bimbang, Allah melihat usaha kita, usaha kita adalah ibadah, lebih baik daripada insan yang berputus asa, atau tiada langsung cita-cita untuk memajukannya. maka, bagaimanakah kita?


Sedang enak bersantai-santai di atas tilam, sambil memandang lampu kalimantang, fikiran terbang melayang.  Jauh, terlalu jauh. Merentasi alam entah berapa dimensi. Dan timbullah persoalan demi persoalan menjengah ke dalam kotak fikiran.
Bagaimanakah keadaanku di hari pembalasan nanti? 
Adakah masih bersantai-santai seperti ini?
Andai tika ini hari pengakhiran dunia, di mana aku?
Adakah bersama para penghuni syurga,
 sambil bersan…

Never Forget to Say Lailahaillallah

"Hidup ini tumpang menumpang. Di situlah lahirnya syukur kita kepada Allah. Pada sepinggan nasi yang kita makan, di situ ada nasi yang diusahakan petani, ada ikan yang dicari nelayan, ada ayam yang dipelihara penternak. Betapa banyaknya pihak yang bekerja untuk memberikan sepinggan nasi untuk kita. Alangkah kerdilnya kita di bumi Allah S.W.T..... maka siapakah kita untuk menderhaka serta menolak agama Allah?

(Tuan Guru Nik Abdul Aziz Nik Mat)






Live strong regardless the fears and risks, and move on. Grow up and live our lives to the fullest ! If you dare to lose, then you have chances to win. Life is like playing chess. You got choices, to move on or it’s checkmate !







A wise man learns from his mistakes whilst a man who learns from others’ mistakes is wiser. You choose.





Kita bukan orang biasa-biasa. Kita bernafas dengan oksigen dakwah. Kita hidup hanya kerana mencari redha Allah. Tidak semua tempat. Tidak semua masa hubungan ini dibolehkan. Ada batas-batasnya tersendiri kerana Allah na…

Just Want to Say

I
Just want to say
WeLCoMe BaCktoUnI
with  new cloth new roommate new book new lecturer new junior new smile new hope new spirit new goal and new SuCCess hope this sem will be better than the previous. :) InsyaAllah... 


Fighting!!!.. :D





Kisah Dari Tongkat

Dan sudahkah sampai kepadamu (wahai Muhammad) perihal Nabi Musa?
(Taha 20:9)

Tika bayi lelaki diarah dibunuh , dia terselamat.
Tika orang lain menyembah Firaun, dia masih meneguhkan kalimah "La ilaha illallah"
Lautan pernah dibelah.
Tongkat pernah menjadi ular.



Nabi Musa a.s dari kaum Yahudi. Pernah mengembara dan apabila sampai di Madyan, dia berhenti dan menetap di situ. Di situlah dia berdialog dengan Yang Maha Agung.

"Dan apa (bendanya) yang di tangan kananmu itu wahai Musa?" (Taha 20:17)

Nabi Musa menjawab: "Ini ialah tongkatku; aku bertekan atasnya semasa, berjalan, dan aku memukul dengannya daun-daun kayu supaya gugur kepada kambing-kambingku, dan ada lagi lain-lain keperluanku pada tongkat itu". (Taha 20:18)


Sekadar tongkat biasa. Ya, tongkat biasa. Tiada yang istimewa.

Allah Taala berfirman: "Campakkanlah tongkatmu itu wahai Musa!" (Taha 20:19)

Lalu ia mencampakkannya, maka tiba-tiba tongkatnya itu menjadi seekor ular yang bergerak menjalar. …